INSTITUTE FOR AGRICULTURAL EXTENSION DISTRICT LENTENG SUMENEP
Selasa, 30 April 2013
Senin, 29 April 2013
Program SRI TA 2013 Kelompok Tani Al Ishlah (Sendir)
Minggu, 28 April 2013
Sabtu, 27 April 2013
Program SRI TA 2013 Kelompok Tani Sumber Jaya (Cangkreng)
Kamis, 18 April 2013
PETUNJUK PELAKSANAAN PENILAIAN KEMAMPUAN KELOMPOKTANI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan pertanian ke depan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam rangka mengurangi kesenjangan dan memperluas kesempatan kerja serta mampu memanfaatkan semua peluang ekonomi yang terjadi sebagai dampak dari globalisasi dan liberalisasi perdagangan dunia. Untuk mewujudkan harapan tersebut diperlukan sumberdaya manusia yang berkualitas dan handal dengan ciri mandiri, profesional, berjiwa wirausaha, mempunyai dedikasi, etos kerja dan moral yang tinggi serta berwawasan global, sehingga petani selaku pelaku utama pembangunan pertanian mampu mengembangkan usahatani yang berdaya saing tinggi. Tantangan pembangunan pertanian dalam menghadapi era kesejagadan (globalisasi) adalah kenyataan bahwa pertanian Indonesia didominasi oleh usaha kecil yang dilaksanakan oleh berjuta-juta petani berlahan sempit, bermodal kecil dan memiliki produktifitas yang rendah. Kondisi ini memberi dampak yang kurang menguntungkan terhadap persaingan di pasar global. Oleh karena itu diperlukan upaya khusus pemberdayaan melalui penyuluhan pertanian yang dapat membantu dan memfasilitasi pelaku utama untuk memperbaiki kehidupan dan penghidupannya serta meningkatkan kesejahteraannya.
Pemberdayaan petani dan keluarganya melalui penyelenggaraan penyuluhan pertanian tidak mungkin dilaksanakan dengan pendekatan individual, karena jumlah dan sebaran petani sangat besar dan luas serta terbatasnya sumberdaya penyuluhan. Dengan kondisi demikian, penyuluhan pertanian harus dilakukan melalui pendekatan kelompok. Pendekatan ini akan mendorong petani membentuk kelembagaan tani yang kuat agar dapat membangun sinergi antar petani, baik dalam proses belajar dan kerjasama maupun sebagai unit produksi yang merupakan bagian dari usahataninya. Penumbuhan dan pembinaan kelompoktani yang dilaksanakan secara berkesinambungan diarahkan pada upaya peningkatan kemampuan kelompoktani dalam melaksanakan fungsinya sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi sehingga mampu mengembangkan usaha agribisnis dan menjadi organisasi petani yang kuat dan mandiri. Salah satu upaya untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kemajuan kelompoktani dalam melaksanakan fungsinya adalah melakukan penilaian kemampuan kelompok tani sesuai klasifikasi kelompoktani. Untuk menyelenggarakan penilaian kemampuan kelompoktani tersebut perlu disusun Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kemampuan Kelompoktani sebagai dasar penyelenggaraan penilaian tersebut.
B. Tujuan
Petunjuk pelaksanaan ini bertujuan untuk memberikan acuan kepada penyelenggara penyuluhan dalam melaksanakan penilaian kemampuan kelompoktani sehingga diperoleh tingkat perkembangan dan klasifikasi kemampuan kelompoktani.
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri Populer
-
Pengertian Identifikasi Potensi Wilayah adalah kegiatan penggalian data dan informasi pote...
-
Penyuluhan Pertanian Partisipatif : Pendidikan luar sekolah (non formal) bagi petani, nelayan beserta keluarganya serta anggota masyara...
-
I. PENDAHULUAN Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) mulai dirintis pertama kali di Indonesia dalam rangka Progr...
Leafet Dan Brosur
- BAGAN WARNA DAUN PADA TANAMAN JAGUNG
- BAGAN WARNA DAUN PADA TANAMAN PADI
- BAWANG MERAH
- BUDIDAYA BUNGA SEDAP MALAM
- BUDIDAYA CABE BESAR
- BUDIDAYA KACANG TANAH
- BUDIDAYA WIJEN
- HAMA DAN PENYAKIT KUBIS
- MERANGSANG PEMBUNGAAN MANGGA
- PEMANFAATAN AZZOLA SEBAGAI PUPUK ORGANIK
- TEKNIK PERBANYAKAN BIBIT PISANG
- TEKNOLOGI PENGENDALIAN GULMA









